Feeds:
Tulisan
Komentar

Si Uban

25 September 2008/Kamis

Eh e-mail Mark tiba hari ini!!! Surprise banget deh …

Katanya dia terus memikirkan tentang peristiwa yang terjadi diantara kami, tepatnya beberapa hari sebelum dia kembali ke Inggris. Pada saat membaca bagian ini, aku langsung nahan napas. Apa kelanjutannya ini? Apa dia akan mengatakan, “Aku sudah memikirkan dan mempertimbangkan masak-masak dan aku akhirnya mengambil keputusan bahwa aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini!?”

Tapi ternyata bukan itu kelanjutannya. Dia malah membenarkan perbuatanku itu.

Memukulnya dengan helm? Menamparnya di Starbucks? Trus ditangkap ama Security Mall n’ dilepasin setelah polisi datang????

Menurutnya peristiwa itu sudah banyak membuatnya sadar dan benar-benar mengerti apa yang kuinginkan, yang kusuka dan tidak kusuka.

Ya ampun, aku salah kaprah selama ini. Kupikir kalo aku berbicara baik-baik agar tidak menyinggung perasaannya, itu akan membuatnya mengerti. Ternyata harus dengan system militer tho’?

Sepertinya sih dia udah dapat pekerjaan, soalnya dia nulis gini, “Maaf aku agak terlambat memberi kabar, soalnya aku sibuk banget”. Uhm,,, sibuk kerja atau sibuk cari kerja? (wkwkwkw!) Moga-moga opsion yang pertama, amin…!!

Sekarang udah lupa deh ama kekecewaan yang kemarin, soal Guru sialan itu!
Persetan dah ama www satu ini, pokoke aku nggak percaya lagi ama kaum www.

Makan tuh duit… Rejeki ku bukan sampe disitu aja….Wek!

Yang penting Mark baik-baik saja disana, itu sudah cukup buatku.

Barusan tadi aku melirik kembali isi surat terakhir yang ditulis Richard. Aku baru nyimak kalo dia ada nulis gini, “Nanti kalo aku datang ke Lokasi dan mau ke Lake T, aku akan menghubungimu. Maka dari itu kita harus tetap saling kontak”

Maksudnya apa? Mengajakku travel ke pulau berpenduduk rakus itu lagi? Ta’ u’u’ ya!

Apa dia mengira aku lebih pantas disitu ketimbang ke China? Enak aja.

Apa mesti kujelaskan sama dia bahwa bandrol-ku udah naik? Tiket bus udah nggak laku lagi, Pak!
Lake T, emang apaan ?!

Padahal semalam aku sempat berpikir gini, “Kalo Guruku aja udah nggak bisa dipercaya, kenapa aku harus meyakinkan pada dunia bahwa aku bisa dipercaya? Kenapa nggak sekalian kutaklukkan aja semuanya dengan cara yang sangat licik?”
Richard itu kikir, ketulusan hati tidak akan membuat perasaannya tergugah dan membuatnya berubah menjadi seorang dermawan, makanya aku berencana untuk mengatur siasat untuk mengakali dia, menurutku dia pantas untuk diberi pelajaran. Tiket ke Beijing, apa nggak menggiurkan tuh? Aku sudah mengatur segalanya dengan sempurna.

Bersamaan dengan masuknya surat Mark di inbox-ku, membuatku meninjau kembali rencanaku.

Setelah kupikir-pikir lagi, buat apa?! Aku kenal betul Richard, apa yang ada dalam otaknya, omong kosongnya dan juga ketamakannya. Aku bahkan mempertimbangkan kembali kisah tragisnya dengan gadis Bandung itu. Siapa tau putusnya mereka bukan karena gadis itu telah menipu dia, melainkan Richard-lah yang sudah menipunya?

Kantong Richard nggak bakalan koyak! Kecuali perempuan itu mengandalkan dukun untuk menguras uang Richard, maka lainlah ceritanya. Kalo hanya bermodalkan hati dan ketulusan cinta, bullshit !!!
Mungkin saja begini, Richard menjanjikan untuk mengundang gadis itu ke Inggris tapi ketika tiba pada masalah ‘uang pengurusan’, Richard menolak. Maklum, dia kan kikir…. Tapi, mungkin juga apa yang diceritakan Richard itu betul, yah … Mungkin dia lagi apes!

Sekarang aku berpikiran berbalik. Aku berniat untuk menghilang dulu dari kehidupannya, menunda membalas surat-suratnya. Soalnya dilanjutkan juga nggak ada guna, toh aku nggak akan mau mengorbankan hubunganku dengan Mark hanya karena si uban ini. Lagipula dia nggak berarti apa-apa lagi di mataku sejak dia tidak ada untuk membantuku waktu itu. Apalagi sejak aku tau bahwa dia hanya membatasi travelingku sampe Lake T, enak aja! Makan tuh Lake T.

Hati-hati sama Richard, ntar kalo dia mati, kamu bakalan bernasib sama seperti kartun di atas!!!:


Singkat Aja’

TELKOM SPEEDY MENJIJIKKAN di siang hari.

kleptomania-titleBagaimana mungkin aku lupa dengan Leni? Dia yang klepto mania, suka mencuri duit di depan mata kita dan akhirnya menjadi hindaran para teman termasuk aku. Setelah hampir setahun menghilang, sore ini dia muncul lagi. Begitu dapat kabar bahwa dia sedang menungguku di bawah (aku berada di lantai 2), aku langsung tergesa-gesa menjumpainya. Bukan karena merasa girang dan rindu karena sudah tidak lama bertemu, aku justru khawatir bila dia sampai naik ke atas dan masuk ke ruanganku, menggerayangi ini itu dan mencuri duitku seperti yang dulu pernah dilakukannya! Itu makanya aku terbirit-birit menuruni tangga (tak lupa mengunci ruangan, siapa tau dia nyelinap naik pada saat aku ke toilet, seperti yang dulu juga pernah dilakukannya!) dan menjamunya di teras yang berhadapan dengan jalan raya berdebu, dihibur oleh klakson angkot yang diselingi teriakan para supir yang tidak sabar menunggu dalam antrian.

Tadinya aku mengira dia datang untuk maksud tertentu, dugaanku sih dia udah merencanakan sesuatu dalam otaknya, ternyata kali ini beda. Dia mengeluarkan sebuah kertas tegang bergambar sepasang kekasih di sampul depan dan menyerahkannya kepadaku.

“Oh, kau mau merid ya ????” pekikku setengah kaget. Dia tersenyum aja.

Lantas senyumku berubah menjadi prihatin, dalam hati aku bertanya, “Lelaki malang mana yang kelak akan bersanding dengannya?”

Semua orang tau penyakit klepto yang diderita Leni dan aku yakin betul calon suaminya tidak (atau belum) mengetahui ini.

Tapi… Lagi-lagi hatiku miris (tentu saja hal ini tidak kuperlihatkan dihadapan Leni). Sekalipun klepto, setidaknya kehidupannya sudah jelas, minggu depan namanya sudah bertambah: Nyonya “X” [Dulu kami menjulukinya “Si Ratu Klepto].

Untuk seorang pencuri seperti dia, menurutku dia beruntung dan diberkati sehingga bertemu dengan lelaki yang selama ini diimpikannya.

Padahal kalau mengingat tragisnya kisah cintanya dengan lelaki tukang tambal ban itu, siapa yang sangka kalau dia dalam beberapa hari ke depan akan menjadi istri seorang Direktur penerbangan maskapai Mandala? (itu yang dikatakannya samaku). Kenapa seorang pencuri diberkati seperti itu ya? Apa aku mesti jadi pencuri juga bila ingin mendapatkan jodoh yang sejati? Hahahah ….

LENY [Maling apa Klepto?]

Aku pernah membaca tentang “klepto” penyakit aneh yang membuat seseorang tergerak untuk mengambil sesuatu [tak perduli dengan nilai benda yang diambilnya asal hati puas aja]. Ini ngalah-ngalahin pecandu rokok menurutku, kalo belum berasap nih mulut, belum sah rasanya.
Tapi Leny beda, sebenarnya dia bukan kleptomania, tapi memang pencuri sejati. Seperti yang kukatakan tadi, seorang klepto, tidak perduli dengan nilai benda yang diambilnya asal hasratnya untuk mencuri terpenuhi, katanya sih penyakit yang berhubungan dengan kejiwaan. Sementara Leny beda. Untuk mengambil sesuatu, dia akan memilih targetnya. Kalau nggak tajir, nggak dideketin.

Korbannya lebih dari 9 orang [semuanya masih terbilang teman] termasuk AKU. Total nilai yang diambil/dicuri olehnya, ngga’ pernah kurang dari seratus ribu. Bayangkan, gimana menjeritnya teman-teman yang menjadi korban [termasuk aku] waktu kehilangan uang senilai itu. Malah sempat diantara kami saling menuduh dan mencurigai satu sama lain [yang jelas tidak ada yang menyangka kalau Leny-lah pelakunya] hingga suatu hari salah seorang teman memergokinya sedang membongkar tas teman yang lain.

klepto2

Belakangan aksi gila Leny tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Setelah ketahuan klepto [sebenarnya itu bahasa halus yang ditujukan untuk penyakitnya yang satu ini. Sebenarnya teman-teman menyebutnya "Leny Maling"] kini dia tidaksegan-segan mencuri didepan mata kita. Akulah korban selanjutnya.

Siang itu [setahun yang lalu] aku dan dia sedang duduk di sebuah kafe. Aku meletakkan tasku di atas meja dan kedua tanganku tertangkup di atasnya. Tak berapa lama Leny yang sedari tadi duduk berhadapan denganku kini pindah bangku ke sampingku. Aku tidak merasa curiga. Tanganku masih tertangkup di atas tas dan masih berbicara dengannya. Dia mendengarkan dengan serius sambil tangannyapun mulai serius bergerak pelan ke arah kantong kecil yang terletak di bagian luar tas. Melihat itu aku kaget [tapi kagetnya dalam hati] dan jantung mulai berdebar kencang [antara menahan marah sekaligus takut, soalnya aku mengira dia sudah tidak waras! Baru kali ini aku melihat maling menggerayangi tasmu tepat di depan matamu sendiri].

Karena tingkahnya semakin menyebalkan dan tangannya juga semakin lancang menggeserkan posisi tanganku yang masih terletak di atas tas, akupun langsung menepiskannya. Soalnya pada saat itu aku melihat lirikan beberapa orang yang ada di ruangan itu ke arah kami. Dari tatapan curi-curi mereka aku bisa menangkap apa yang ada di benak mereka: kami dikira lesbi!
Sebab dari jarak jauh tangan Leny terkesan seolah sedang berusaha membelai punggung tanganku! Oh God!

Setelah menepiskan tangannya dan menghardiknya pelan, akupun langsung meninggalkan tempat itu. Sejak itu kami nggak pernah bertemu lagi….

Oh My God, aku masih ingat wajah-wajah di ruangan itu yang menatapku prihatin, mengira tengah terjadi pertengkaran yang bersifat pribadi diantara kami: pertengkaran antara dua lesbi!

Hati-Hati : ANTIVIRUS2009

Hati-hati lho dengan virus yang menyamar sebagai anti virus.

Dua minggu yang lalu saya mendatangi toko tempat dimana saya membeli computer dulunya. Karena emang udah kenal dekat dengan Koko si pemilik toko, ya saya bisa bebas nanya ini-nanya itu. Selain memintanya untuk meng-update antivirus saya (maklum, saya mah kurang ngerti yang beginian) sekaligus juga mo nyari speaker buat dicolokin ke computer, supaya enak kedengaran kalo lagi masang winamp. Speaker lama kurang nge-bas!

Sewaktu sedang memilih antara speaker yang ini dan yang itu, muncul sepasang suami istri dengan memboyong laptop milik mereka. Si Koko pun langsung beralih perhatian ke mereka dan saya dibiarin milih-milih plus nyoba-nyoba.

Tapi emang dasar ini mata nggak bisa tenang, ya saya tetap aja ngelirik ke kasus yang menimpa laptop malang itu. Dari apa yang saya dengar (setelah saya ikut nimbrung sebentar), si pemilik laptop mengatakan setiap dia baru menghidupkan computer, di layar akan muncul sebuah program yang bertuliskan antivirus, lengkap dengan gambar api membara di bagian bawah kotak tersebut. Setelah di klik tanda “X” untuk mematikannya, tak berapa lama kotak itu akan muncul lagi, begitu terus menerus. Menurut si Koko, laptop tersebut udah terkena virus dan harus di-install ulang. Dengan begitu, laptop malang itupun harus menginap semalaman dan si pemilik pulang dengan wajah suntuk.

Nah beberapa hari kemudian, hal ini menimpa saya.

Waktu itu saya lagi browsing di Google Search dan mencari halaman yang bertuliskan “panduan membuat website”. Di halaman terakhir Google (untuk judul yang ini) tertulis “Domain Site – Free”. Penasaran, saya klik. Eh ya kok yang muncul malah Antivirus2009. Yang membuat saya bingung, tanpa melakukan apa-apa, Antivirus tersebut udah lengket di Desktop, dengan kata lain Antivirus2009 tersebut terinstall secara otomatis tanpa meminta persetujuan dari saya.

Karena saya memang kurang paham soal-soal virus, maka saya diamin aja. Abis, sewaktu saya cari di control panel dan mencarinya di “Add or remove programs”, program Antivirus2009 tersebut tidak saya temukan. Tak berapa lama muncul peringatan-peringatan di layar kanan bawah yang isinya antara lain : Antivirus2009 yang saya install tidak aktif, untuk mengaktifkannya klik disini!” Nah, ada petunjuk di situ, yang mana harus saya klik. Waktu saya klik, saya disuruh memasukkan email dan no register antivirus saya. Lha saya bingung, saya nggak tau berapa nomor registernya. Waktu saya klik tanda “X” untuk keluar, muncul lagi pemberitaan yang lain. Isinya berupa promosi tentang program Antivirus2009, saya klik “X” lagi, eh nggak lama kemudian muncul lagi laporan yang mengatakan bahwa pihak ketiga sedang berusaha mengirimkan data-data yang ada di dalam computer saya ke server yang lain.

Untuk hari itu, semuanya saya klik “X” aja. Nah pada hari kedua, pemberitaannya lebih parah lagi, yang katanya sebentar lagi computer saya akan hancur bila tidak segera diproteksi dengan Antivirus2009 – lah, ada yang berusaha meng-hack computer saya dan mencoba mencuri data-data yang ada di dalam berupa password dan data-data rekening bank saya (kartu kredit dan semacamnya), dan masih banyak lagi. Disitu baru saya sadari, sewaktu saya mau men-scan virus dari antivirus yang sudah ada sebelumnya di computer saya, ternyata program tersebut telah lenyap. Lha saya makin bingung, kok bisa lenyap? Padahal saya nggak ada menghapusnya, malah baru kemarin di up-date.

Pada hari ketiga lebih parah lagi. Setiap 5 menit, layar akan mati/di re-start secara otomatis. Layar berubah menjadi biru dengan pemberitahuan bahwa computer saya di shutt down untuk mencegah kerusakan pada computer karena diidentifikasi adanya virus yang berusaha menyerang system. Trus dijelaskanlah virus apa yang menyerang computer saya itu. Setiap computer mati 5 menit sekali, keterangan tersebut akan muncul, hanya saja nama virusnya yang berbeda-beda. Yang jelas saya sudah tidak ingat apa-apa saja nama virusnya. Tapi sekalipun dalam keadaan mati/sedang di re-start secara otomatis tadi, data-data yang sedang saya kerjakan tidak hilang, bahkan yang belum sempat disimpan masih tetap disitu ketika layar kembali normal seperti semula. Yang anehnya lagi, winamp juga nggak mati. Tetap aja jalan sekalipun computer direstart.

Karena terus-menerus mati ditengah-tengah pekerjaan, ya saya kesal lah.(lagain kasian komputernya). Saya menghubungi salah seorang teman yang memang tau soal yang beginian. Dari dia akhirnya saya tau, bahwa Antivirus yang terinstall ke computer saya adalah virus yang menyamar sebagai antivirus. Ternyata lagi, programnya tersimpan di file yang tersembunyi. Itu sebabnya saya tidak bisa menemukannya di control panel. Waktu dicoba untuk melenyapkannya, ternyata nggak bisa. Teman saya langsung mengambil inisiatif untuk menginstall antivirus ke computer saya (kebetulan dia punya yang premium) dan mencobanya dari situ. Ternyata berhasil, lega deh rasanya. Oh ya, ada yang mengejutkan, ternyata sewaktu di scan, ada sekitar 189 virus yang masuk. Ya ampun, nggak kebayang deh ….

Trus kami mencoba membuka situs Antivirus2009. Seperti situs antivirus lainnya, pasti ada tulisan “Download Free”, “Try for free”, “Buy”, “Premium” dan yang lainnya. Waktu di klik “Download for free” yang muncul malah “please contact our costumer service”, begitu juga waktu mengklik “Try for free” sama aja hasilnya. Yang beda adalah ketika kami mengklik “Buy”, oho langsung muncul deh form aplikasi yang meminta email, nomor telfon/hp dan juga nomor kartu kredit pada saat tiba di bagian system pembayaran. Udah jelas, ini emang antivirus palsu. Virus yang menyamar sebagai antivirus.

Saya nggak tau apa memang ada antivirus yang bermerk “Antivirus2009”, karena sampai detik ini saya hanya mempercayakan “Avira” dan “BitDefender” (bukan promosi lho). Sekalipun program Antivirus2009 itu memang benar ada dan ada beberapa pihak yang berusaha untuk memanfaatkannya untuk tujuan yang tidak baik, saya sarankan berhati-hati. Di salah satu virus yang teridentifikasi pada saat itu (yang saya ingat betul) adalah “fake alert” disertai kode-kode, yang berarti bahwa peringatan-peringatan yang masuk ke computer saya pada waktu itu juga palsu, sengaja menakut-nakuti agar kita langsung membeli antivirus ini. Saya nggak bisa bayangin seandainya saya membeli dan memasukkan nomor kartu kredit saya di form pembelian antivirus2009 sebagai bentuk pembayaran. Yang jelas antivirus nggak dapat, kartu kredit saya kebobolan. Ingat, bukan saya saja yang sudah menjadi korban, tapi juga pasangan suami istri di toko-nya Koko dan mungkin ada beberapa yang lainnya. Jadi saya sarankan , hati-hati. Terutama pada saat browsing.

PERISAI – (Tafsiran Mimpiku)

Pagi ini aku mimpi, mimpinya aneh…

Aku berdiri di pinggir jalan bersama seseorang yang wajahnya tidak kukenali sama sekali. Bahkan aku tidak bisa memastikan apakah dia PRIA atau WANITA?!. Yang jelas orang tersebut mengajakku untuk menyeberangi jalan. Sebelum menyeberang, orang yang berdiri disampingku itu bertanya sambil menunjuk ke arah perempuan yang sedang melewati kami sambil terkikik-kikik, “Siapa perempuan itu? ”

Nggak lama perempuan yang terkikik-kikik tadi menghampiri orang yang disampingku, sembari mencubit gemas ke lengannya perempuan itu berkata (masih dengan nada gemas), “Ihh… Mbak ini ….”

Aku diam dan tidak berkomentar sama sekali. Aku hanya mengikuti ke arah mana perempuan itu pergi. Lokasi mimpiku ini tepat di depan rumahku dan aku masih ingat perempuan itu berhenti di depan warung yang berjarak sekitar 6 rumah dari posisi rumahku. Di depan warung itu perempuan tadi berhenti, lalu jongkok sambil memandang kearah kami, masih terkikik-kikik. Aku sempat berpikir, “Apa sih yang lucu?”

Kemudian orang yang berdiri di sampingku tadi menarik tanganku dan mengajakku menyeberang jalan.”Yuk, udah saatnya kita menyeberang sekarang” katanya. Aku menuruti apa katanya. Baru saja kaki ini melangkah menuruni trotoir, tiba-tiba ada cahaya yang sangat menyilaukan yang datangnya dari sorotan cahaya lampu mobil. Sinarnya tepat diarahkan ke bola mataku sehingga membuat langkahku terhenti dan langsung menutupi wajah berusaha menghindari cahaya yang menyilaukan tersebut, sementara tangan itu masih terus menarikku untuk terus bergerak menyeberangi jalan. Selanjutnya, dalam hitungan detik, aku bisa merasakan sebuah hentakan keras yang membuat merasakan bahwa ada sesuatu yang terlepas dari tanganku diiringi sebuah pekikan suara perempuan serta bayangan berkelebat tepat diatas kepalaku. Tinggal aku yang masih berdiri disitu ditemani sorot cahaya lampu yang menyilaukan. Aku baru menyadari bahwa orang yang tadi menuntunku untuk menyeberang telah LENYAP. Aku menoleh ke arah warung dimana perempuan tadi berada, dia juga lenyap. Aku mencoba untuk membiasakan mataku dengan keadaan sekililing, namun cahaya itu benar-benar membuatku tidak bisa melihat apapun yang ada di hadapanku.

Kemudian aku mulai mencari-cari orang yang tadi berdiri bersamaku, seketika aku merasakan kesedihan menyelimuti hati, “Pasti dia bersama perempuan itu…” bathinku lalu mulai mengeluarkan telfon genggam. Dari arah seberang terdengar suara operator yang bahasanya sama sekali tidak kumengerti, kuartikan saja bahwa sang operator sedang mengatakan bahwa telfon yang kutuju sedang tidak aktif!

Ketika sinar tadi sudah lenyap dan mataku sudah bisa melihat sekeliling, yang pertama kulihat adalah sebuah rumah yang berdiri tepat di depanku. Rumah itu terang benderang, begitu terangnya hingga aku bisa melihat penghuni didalamnya. Sewaktu aku berjalan mendekat, aku seperti mendengar seseorang berkata ditelingaku, “Kau pasti mengira aku menghilang bersama perempuan itu…”

Aku menoleh ke kanan dan ke kiri sambil terus berjalan namun aku tidak bisa menemukan asal pemilik suara itu.

Sesampainya di dalam rumah, aku disambut oleh seorang wanita separuh baya dengan dandanan yang sangat glamour. Sepertinya di dalam mimpi itu aku mengenal wanita ini dengan sangat dekat, karena cara dia menyambutku dan caraku menyapanya terkesan benar-benar akrab. Wanita itu memboyongku ke sebuah ruangan dan di diruangan itu berdiri sebuah kaca yang sangat besar. Aku bisa melihat pantulan diriku disana. Tapi anehnya, pantulan bayangan yang kulihat di dalam cermin itu bukanlah aku, melainkan sosok perempuan berambut ikal berwarna pirang kecoklatan. Begitu takjubnya aku menatap bayanganku sendiri, karena perempuan yang ada dalam pantulan bayanganku itu benar-benar CANTIK !

Aku dan wanita separuh baya itu sekarang berdiri menghadap kaca, di belakang kami ada beberapa perempuan yang juga berdiri mengawasi kami dengan wajah penuh senyum, seperti dayang-dayang.
”Bagaimana menurutmu? Cantik kan?” Tanya wanita itu. Mataku tak lepas menatap pantulan diriku di kaca, “Ya … Sangat cantik….”

Ketika terbangun, yang pertama terpikir olehku adalah Mark. Aku meyakini bahwa orang yang berdiri di sampingku itu adalah dia. Karena dia dulu suka melontarkan pertanyaan sama sewaktu kami sama, “Siapa perempuan itu? Menurutmu dia mirip siapa?” Dan masih banyak pertanyaan konyol lainnya. Tak jarang pertanyaannya ini dulunya sering membuatku kesal. Lalu aku menghubungkan suara pekikan perempuan bersamaan dengan menghilangnya dia, aku menafsirkan bahwa BENAR dia sudah lepas dari genggamanku, perempuan itu sudah merebutnya.

Berselang beberapa jam kemudian, aku memikirkan kembali mimpiku tadi. Apa benar aku sudah kehilangan dia? Apa benar bahwa itulah arti mimpiku?

Sorenya perasaan itu muncul lagi, aku masih meyakini bahwa dia masih milikku, meyakini bahwa dia akan kembali, meyakini bahwa kami tidak akan terpisahkan. Aku tetap percaya dan yakin bahwa Mark tidak akan meninggalkanku, karena kami sudah disatukan lahir dan bathin, hati kami, jiwa kami, tidak bisa dipisah. Setengah nafasnya ada padaku dan begitu pula sebaliknya, bahwa kami saling membutuhkan dan tidak akan sanggup bertahan hidup bila terpisah. Anehnya, kenapa aku bisa seyakin ini? Kenapa tidak bisa kuyakinkan diriku untuk mau menerima kenyataan?

Dan selanjutnya, penafsiran mimpiku berubah lagi. Itu bukan tentang Mark, melainkan tentang JIWAKU yang sedang terancam. Karena aku ingat, perempuan yang terkikik-kikik itu berkata begini, “Ihh… Mbak ini…” sambil mencubit tangan orang yang berdiri di sampingku. Ketika menyeberang dan tangan itu membimbingku, seketika segalanya menjadi bersinar, begitu menyilaukan. Yang terdengar sebelum orang disampingku itu lenyap adalah pekikan suara perempuan dan hentakan keras seolah menyambar tangan yang tengah membimbingku untuk menyeberangi jalan. Aku jadi teringat dengan mendiang kakakku yang nggak pernah kukenal wajahnya. Apa dia yang tengah membimbingku itu? Atau perempuan yang terkikik-kikik dan memekik sambil menyambar tangan di sebelahku itu adalah kakakku?

Apa jadinya bila perempuan yang terkikik-kikik itu tidak menyambarnya dan aku berhasil menyeberang bersama orang yang tidak kukenal itu? Apa itu artinya aku akan menyeberang ke dunia lain?

Lantas gimana dengan CAHAYA? Begitu menyilaukan hingga aku tidak bisa mengikuti ke arah mana lenyapnya orang yang berdiri bersamaku tadi. Cahaya apa itu? Sekalipun dalam mimpiku cahaya itu seolah datang dari arah mobil, tapi aku yakin itu hanya perlambangan saja. Apakah itu cahaya dari Tuhan? Cahaya yang sengaja membutakan aku sejenak agar aku tidak bisa mengikuti dan mengejar ke mana menghilangnya orang itu?

Lalu tentang rumah yang terang benderang serta kaca yang memantulkan sosok yang bukan diriku? Apa artinya?
”Bagaimana menurutmu, cantik kan?” aku ingat wanita separuh baya itu bertanya demikian sambil menunjuk kea rah pantulan bayanganku di kaca.

Apa itu suatu peringatan padaku bahwa hidup ini cukup indah untuk ditinggalkan? Bahwa masih banyak hal-hal indah yang belum pernah kulihat dan kujalani akan terjadi dalam hidupku, sesuatu yang akan membuatku takjub dan tidak percaya bahwa itu adalah AKU dan HIDUPKU???

Apa ini ada hubungannya dengan keinginanku untuk MATI tempo hari dan Tuhan sengaja menyadarkanku lewat mimpi bahwa belum saatnya aku untuk MATI? Bahwa sekalipun aku mencoba untuk mengakhiri hidupku ataupun orang lain yang mencobanya, akan tetap ada saja yang menghalanginya?

Apapun itu, siapapun perempuan yang terkikik dan memekik itu, mungkin dialah PENYELAMAT-ku. Mungkin bila tadi aku ikut menyeberang dengan orang yang menuntunku, aku sudah menyeberang ke dunia lain. Penyelamatku adalah PERISAI-ku….

Sahabat

Setelah mendapat kabar buruk kemarin pagi, aku langsung menghubungi beberapa teman via imel dan menceritakan apa yang telah menimpaku. Pada Steven yang konon katanya baru selesai ngelakuin perjalanan sepeda keliling budhapest-nya aku menjelaskan segala hal secara mendetail, nggak ada yang ditutup-tutupin. Lain hal-nya ketika aku berkeluh-kesah pada Richard, kesannya malah “curhat” tapi tetap “rahasia” gitu. Maksudnya, aku bilang ke dia bahwa aku sedih banget, terpukul dengan kejadian ini, tapi apa tepatnya yang sudah/sedang terjadi malah nggak kujelasin, aku cuma bilang bahwa aku belum siap menceritakannya sekarang. Apa karena aku kurang yakin ke dia atau memang sebenarnya dia tidak layak untuk mengetahui ini? Nah lantas, kenapa aku cerita ????

Pagi ini rentetan imel masuk ke inbox-ku, semuanya dari teman-teman yang kukontak kemarin. Sambutannya macam-macam, ada yang kaget sambil nanya “Masa sih?”, ada juga yang dengan bangga membenarkan ucapannya, “Tuh, dulu kan udah dibilangin …..”, sebagian ada juga yang mengutuk habis-habisan pihak yang telah mengacaukan proses kehidupanku menuju bahagia, “Dasar tidak tau diri tuh orang! Mosok skill kamu nggak di’anggep’ sih?” (Ini mah menurutku bukan nyemangatin, justru manas-manasin!), ada juga yang memberikan semangat dan dorongan dengan membandingkan keadan yang pernah menimpanya dengan apa yang sedang kualami sekarang, “Yah, kamu masih mending, inget-inget deh apa yang terjadi dulu amaku, jauh lebih parah dari yang kamu alami sekarang. Kamu sedih, aku lebih dari itu! (Yah, kok jadi pamer permasalahan dan kesedihan ya?) Tapi harus kuakui, imel dari Steve, yang justru membuatku terpingkal-pingkal, benar-benar terhibur.

Steve mampu menghibur perasaanku dengan menyelipkan kata-kata bijaksana diantara guyonan yang ditulisnya dan aku baru menyadari bahwa itulah yang kubutuhkan. Bahwa pada saat seperti sekarang ini, aku ingin benar-benar tertawa dan terhibur, bukannya mendengar nasihat dan ucapan-ucapan simpatik yang semuanya terdengar kaku dan omong kosong, apalagi ketika mendengar beberapa dari teman yang seolah membenarkan apa yang pernah diucapkannya dengan menjadikan kasus yang menimpaku sebagai contoh, bukan itu yang kubutuhkan.

Aku yakin, yang lain juga pasti mengharapkan hal yang sama, bahwa pada saat kita kesusahan, yang kita butuhkan adalah seseorang yang benar-benar bisa memberikan semangat dengan cara yang benar-benar ‘alami’, tidak perlu berpatokan pada konteks kata-kata bijaksana yang nadanya dari dulu sampai sekarang tidak ada berubah. Membosankan….
Apalagi kalo ada tambahan kata-kata seperti ini, “Dulu kan udah dibilang……”

Emang bener, pada saat kita ditimpa permalasahan, kita bisa melihat siapa yang benar-benar bisa dijadikan sahabat. Nah apa aku bisa melihat siapa yang benar-benar SAHABAT sekarang? Tentu saja …

Aku tidak menyalahkan teman-teman yang tidak tahu harus berkata apa selain mengeluarkan kata-kata bijaksana campur menyalahkanku itu, atau teman-teman yang justru kaget dengan apa yang kualami atau yang no comment sama sekali.

Ini bukan uji tes “What A Friends Are For”, tapi aku melakukannya secara spontan, menghubungi teman-teman dan bercerita pada mereka.

Ada yang berkomentar, “Masih banyak hari yang harus dijalani”, ya aku mengerti. Karena hari tidak pernah sama. Kata-kata yang singkat namun memiliki banyak makna. Jauh lebih adem kedengaran daripada “Tuh dibilangin juga apa, ……”

Yah begitulah, hari ini aku merasa agak baikan. Nggak se-down kemaren.
Sejak itu aku jadi lebih banyak intropeksi, walau bagaimanapun, seperti yang kukatakan, aku tidak menyalahkan teman-teman yang memberi tanggapan mengecewakan. Setidaknya, semua yang mereka ucapakan, walaupun pedas ditelinga, tapi ada benarnya. Intinya bahwa aku harus lebih banyak mendengar, mempertimbangkan dan tidak hanya mempercayai apa yang kulihat. Yah … Mngkin seharusnya begitu.

Nasib

Siang semua …..

Aku lagi sedih nih, ternyata apa yang selama ini ku’arepin dan kucita-citakan, harus kandas disini. Sejak mendengar kabar buruk yang kuterima pagi ini, aku masih saja berpikir : mungkin ini cuma bercanda…. ini nggak benar-benar terjadi … ini nggak nyata!
Beberapa detik Kemudian aku baru mulai menyadari bahwa sesungguhnya aku berharap ini tidak sedang terjadi…

Bayangkan ketika kau memiliki sebuah harapan dan cita-cita lalu semuanya hancur begitu saja, gimana rasanya? Gelap kan? Seperti itulah yang kurasakan sekarang… Kemarin aku hepi banget, sekarang enggak lagi.

Dan untuk selanjutnya, mungkin aku akan terus seperti ini, keadaan juga tidak akan jauh berubah dari yang sedang kualami sekarang. Yah …. Namanya juga nasib… Mau nggak mau ya harus diterima.

Kadang aku berharap kematian itu cepat saja datang, karena aku merasa nggak ada artinya apa yang selama ini telah kuperjuangkan. Sepahit-pahitnya hidup, semua sudah kujalani. Tapi kok ya tetap aja dikecewa’in ama yang namanya nasib dan keadaan ?

Yah … Sekali lagi, N-a-s-i-b !