Pagi ini aku bermimpi, mimpinya aneh…
Aku berdiri di pinggir jalan bersama seseorang yang wajahnya tidak kukenali sama sekali. Bahkan aku tidak bisa memastikan apakah dia pria atau wanita. Yang jelas orang tersebut mengajakku untuk menyeberangi jalan. Sebelum menyeberang, orang yang berdiri disampingku itu bertanya padaku pada saat dia melihat seorang perempuan melewati kami sambil terkikik-kikik, “Siapa perempuan itu? Sepertinya dia Batak”
Nggak lama perempuan yang terkikik-kikik tadi menghampiri orang yang disampingku lalu sambil mencubit gemas ke lengannya sambil berkata, “Ihh… Kakak ini ….”
Aku diam dan tidak berkomentar sama sekali. Aku hanya mengikuti kea rah mana perempuan itu pergi. Lokasi mimpiku ini tepat di depan rumahku dan aku masih ingat perempuan itu berhenti di depan warung tengku yang berjarak sekitar 6 rumah dari posisi rumahku. Di depan warung itu perempuan tadi berhenti sambil memandang kearah kami, masih terkikik-kikik. Aku masih sempat berpikir, “Apa sih yang lucu?”
Kemudian orang yang berdiri di sampingku itu menarik tanganku untuk mengajakku menyeberang jalan.”Yuk, udah saatnya kita menyeberang sekarang” katanya. Aku menurut saja. Baru saja kaki ini melangkah menuruni trotoir, tiba-tiba ada cahaya yang sangat menyilaukan yang datangnya dari sorotan lampu mobil. Sinarnya tepat ke arah mataku sehingga membuat aku berhenti sambil menutupi wajah menghindari cahaya tersebut, sementara tangan itu masih menggenggamku dan menuntunku untuk terus bergerak menyeberangi jalan. Selanjutnya, dalam hitungan detik, aku bisa merasakan sebuah hentakan keras yang membuatku sesuatu terlepas dari tanganku diiringi sebuah pekikan suara perempuan serta bayangan berkelebat tepat diatas kepalaku. Setelah itu yang tertinggal hanya aku serta sorot cahaya lampu yang menyilaukan itu. Aku baru menyadari bahwa orang yang tadi menuntunku untuk menyeberang telah lenyap. Aku menoleh kea rah warung dimana perempuan tadi berada, dia juga lenyap. Sementara aku masih berdiri di tengah jalan yang sepi mencoba untuk membiasakan mataku dengan keadaan sekililing, namun cahaya itu benar-benar membuatku tidak bisa melihat apapun yang ada di hadapanku.
Kemudian aku mulai mencari-cari orang yang tadi berdiri bersamaku, seketika aku merasakan kesedihan menyelimuti hatiku, “Pasti dia bersama perempuan itu…” bathinku lalu mulai mengeluarkan telfon genggam. Dari arah seberang terdengar suara operator yang bahasanya sama sekali tidak kumengerti, kuartikan saja bahwa sang operator sedang mengatakan bahwa telfon yang kutuju sedang tidak aktif!
Ketika sinar tadi sudah lenyap dan mataku sudah bisa melihat sekeliling, yang pertama kulihat adalah sebuah rumah yang berdiri tepat di depanku. Rumah itu terang benderang, aku bisa melihat ada beberapa orang di dalamnya. Sewaktu aku berjalan mendekat, aku seperti mendengar seseorang berkata ditelingaku, “Kau pasti mengira aku menghilang bersama perempuan itu…”
Aku menoleh ke kanan dan ke kiri sambil terus berjalan namun aku tidak bisa menemukan asal pemilik suara itu.
Sesampainya di dalam rumah, aku disambut oleh seorang wanita separuh baya dengan dandanan yang sangat glamour. Sepertinya di dalam mimpi itu aku mengenal wanita ini dengan sangat dekat, karena cara dia menyambutku dan caraku menyapanya terkesan benar-benar akrab. Wanita itu memboyongku ke sebuah ruangan dan di diruangan itu berdiri sebuah kaca yang sangat besar. Aku bisa melihat pantulan diriku disana. Tapi anehnya, yang kulihat itu bukan aku, melainkan sosok perempuan berambut ikal berwarna pirang kecoklatan. Begitu takjubnya aku menatap bayanganku, karena perempuan yang ada dalam pantulan bayanganku itu benar-benar cantik !
Aku dan wanita separuh baya itu sekarang berdiri menghadap kaca, di belakang kami ada beberapa perempuan yang juga berdiri mengawasi kami dengan penuh senyum.
”Bagaimana menurutmu? Cantik kan?” Tanya wanita itu. Mataku tak lepas menatap pantulan diriku di kaca, “Ya … Sangat cantik….”
Ketika terbangun, yang pertama terpikir olehku adalah Mark. Aku meyakini bahwa orang yang berdiri di sampingku itu adalah dia. Karena dia dulu suka melontarkan pertanyaan sama sewaktu kami sama, “Siapa perempuan itu? Dia mirip China, atau Jawa atau Batak atau apalah, tergantung seperti apa rupa perempuan yang sedang dipertanyakannya. Tak jarang pertanyaannya ini dulunya sering membuatku kesal. Lalu aku menghubungkan suara pekikan perempuan bersamaan dengan menghilangnya dia, aku menafsirkan bahwa BENAR dia sudah lepas dari genggamanku, perempuan itu sudah merebutnya.
Berselang beberapa jam kemudian, aku memikirkan kembali mimpiku tadi. Apa benar aku sudah kehilangan dia? Apa benar bahwa itulah arti mimpiku?
Sorenya perasaan itu muncul lagi, aku masih meyakini bahwa dia masih milikku, meyakini bahwa dia akan kembali, meyakini bahwa kami tidak akan terpisahkan. Aku tetap percaya dan yakin bahwa Mark tidak akan meninggalkanku, karena kami sudah disatukan lahir dan bathin, hati kami, jiwa kami, tidak bisa dipisah. Setengah nafasnya ada padaku dan begitu pula sebaliknya, bahwa kami saling membutuhkan dan tidak akan sanggup bertahan hidup bila terpisah. Anehnya, kenapa aku bisa seyakin ini? Kenapa tidak bisa kuyakinkan diriku untuk mau menerima kenyataan?
Dan selanjutnya, penafsiran mimpiku berubah lagi. Itu bukan tentang Mark, melainkan tentang jiwaku yang sedang terancam. Karena aku ingat, perempuan yang terkikik-kikik itu berkata begini, “Ihh… Kakak ini…” sambil mencubit tangan orang yang berdiri di sampingku. Ketika menyeberang dan tangan itu membimbingku, seketika segalanya menjadi bersinar, begitu menyilaukan. Yang terdengar sebelum orang disampingku itu lenyap adalah pekikan suara perempuan dan hentakan keras seolah menyambar tangan yang tengah membimbingku untuk menyeberangi jalan. Aku jadi teringat dengan mendiang kakakku yang nggak pernah kukenal wajahnya. Apa dia yang tengah membimbingku itu? Atau perempuan yang terkikik-kikik dan memekik sambil menyambar tangan di sebelahku itu adalah kakakku?
Apa jadinya bila perempuan yang terkikik-kikik itu tidak menyambarnya dan aku berhasil menyeberang bersama orang yang tidak kukenal itu? Apa itu artinya aku akan menyeberang ke dunia lain?
Lantas cahaya itu? Begitu menyilaukan hingga aku tidak bisa mengikuti ke arah mana lenyapnya orang yang berdiri bersamaku tadi. Cahaya apa itu? Sekalipun dalam mimpiku cahaya itu seolah datang dari arah mobil, tapi aku yakin itu hanya perlambangan saja. Apakah itu cahaya dari Tuhan? Cahaya yang sengaja membutakan aku sejenak agar aku tidak bisa mengikuti dan mengejar ke mana menghilangnya orang itu?
Lalu tentang rumah yang terang benderang serta kaca yang memantulkan sosok yang bukan diriku? Apa artinya?
”Bagaimana menurutmu, cantik kan?” aku ingat wanita separuh baya itu bertanya demikian sambil menunjuk kea rah pantulan bayanganku di kaca.
Apa itu suatu peringatan padaku bahwa hidup ini cukup indah untuk ditinggalkan? Bahwa masih banyak hal-hal indah yang belum pernah kulihat dan kujalani akan terjadi dalam hidupku, sesuatu yang akan membuatku takjub dan tidak percaya bahwa itu adalah Aku dan Hidupku???
Apa ini ada hubungannya dengan keinginanku untuk MATI tempo hari dan Tuhan sengaja menyadarkanku lewat mimpi bahwa belum saatnya aku MATI? Bahwa sekalipun aku mencoba untuk mengakhiri hidupku ataupun orang lain yang mencobanya, akan tetap ada saja yang menghalanginya?
Apapun itu, siapapun perempuan yang terkikik dan memekik itu, mungkin dialah penyelamatku. Mungkin bila tadi aku ikut menyeberang dengan orang yang menuntunku, aku sudah menyeberang ke dunia lain.