Hati-hati lho dengan virus yang menyamar sebagai anti virus.
Dua minggu yang lalu saya mendatangi toko tempat dimana saya membeli computer dulunya. Karena emang udah kenal dekat dengan Koko si pemilik toko, ya saya bisa bebas nanya ini-nanya itu. Selain memintanya untuk meng-update antivirus saya (maklum, saya mah kurang ngerti yang beginian) sekaligus juga mo nyari speaker buat dicolokin ke computer, supaya enak kedengaran kalo lagi masang winamp. Speaker lama kurang nge-bas!
Sewaktu sedang memilih antara speaker yang ini dan yang itu, muncul sepasang suami istri dengan memboyong laptop milik mereka. Si Koko pun langsung beralih perhatian ke mereka dan saya dibiarin milih-milih plus nyoba-nyoba.
Tapi emang dasar ini mata nggak bisa tenang, ya saya tetap aja ngelirik ke kasus yang menimpa laptop malang itu. Dari apa yang saya dengar (setelah saya ikut nimbrung sebentar), si pemilik laptop mengatakan setiap dia baru menghidupkan computer, di layar akan muncul sebuah program yang bertuliskan antivirus, lengkap dengan gambar api membara di bagian bawah kotak tersebut. Setelah di klik tanda “X” untuk mematikannya, tak berapa lama kotak itu akan muncul lagi, begitu terus menerus. Menurut si Koko, laptop tersebut udah terkena virus dan harus di-install ulang. Dengan begitu, laptop malang itupun harus menginap semalaman dan si pemilik pulang dengan wajah suntuk.
Nah beberapa hari kemudian, hal ini menimpa saya.
Waktu itu saya lagi browsing di Google Search dan mencari halaman yang bertuliskan “panduan membuat website”. Di halaman terakhir Google (untuk judul yang ini) tertulis “Domain Site – Free”. Penasaran, saya klik. Eh ya kok yang muncul malah Antivirus2009. Yang membuat saya bingung, tanpa melakukan apa-apa, Antivirus tersebut udah lengket di Desktop, dengan kata lain Antivirus2009 tersebut terinstall secara otomatis tanpa meminta persetujuan dari saya.
Karena saya memang kurang paham soal-soal virus, maka saya diamin aja. Abis, sewaktu saya cari di control panel dan mencarinya di “Add or remove programs”, program Antivirus2009 tersebut tidak saya temukan. Tak berapa lama muncul peringatan-peringatan di layar kanan bawah yang isinya antara lain : Antivirus2009 yang saya install tidak aktif, untuk mengaktifkannya klik disini!” Nah, ada petunjuk di situ, yang mana harus saya klik. Waktu saya klik, saya disuruh memasukkan email dan no register antivirus saya. Lha saya bingung, saya nggak tau berapa nomor registernya. Waktu saya klik tanda “X” untuk keluar, muncul lagi pemberitaan yang lain. Isinya berupa promosi tentang program Antivirus2009, saya klik “X” lagi, eh nggak lama kemudian muncul lagi laporan yang mengatakan bahwa pihak ketiga sedang berusaha mengirimkan data-data yang ada di dalam computer saya ke server yang lain.
Untuk hari itu, semuanya saya klik “X” aja. Nah pada hari kedua, pemberitaannya lebih parah lagi, yang katanya sebentar lagi computer saya akan hancur bila tidak segera diproteksi dengan Antivirus2009 – lah, ada yang berusaha meng-hack computer saya dan mencoba mencuri data-data yang ada di dalam berupa password dan data-data rekening bank saya (kartu kredit dan semacamnya), dan masih banyak lagi. Disitu baru saya sadari, sewaktu saya mau men-scan virus dari antivirus yang sudah ada sebelumnya di computer saya, ternyata program tersebut telah lenyap. Lha saya makin bingung, kok bisa lenyap? Padahal saya nggak ada menghapusnya, malah baru kemarin di up-date.
Pada hari ketiga lebih parah lagi. Setiap 5 menit, layar akan mati/di re-start secara otomatis. Layar berubah menjadi biru dengan pemberitahuan bahwa computer saya di shutt down untuk mencegah kerusakan pada computer karena diidentifikasi adanya virus yang berusaha menyerang system. Trus dijelaskanlah virus apa yang menyerang computer saya itu. Setiap computer mati 5 menit sekali, keterangan tersebut akan muncul, hanya saja nama virusnya yang berbeda-beda. Yang jelas saya sudah tidak ingat apa-apa saja nama virusnya. Tapi sekalipun dalam keadaan mati/sedang di re-start secara otomatis tadi, data-data yang sedang saya kerjakan tidak hilang, bahkan yang belum sempat disimpan masih tetap disitu ketika layar kembali normal seperti semula. Yang anehnya lagi, winamp juga nggak mati. Tetap aja jalan sekalipun computer direstart.
Karena terus-menerus mati ditengah-tengah pekerjaan, ya saya kesal lah.(lagain kasian komputernya). Saya menghubungi salah seorang teman yang memang tau soal yang beginian. Dari dia akhirnya saya tau, bahwa Antivirus yang terinstall ke computer saya adalah virus yang menyamar sebagai antivirus. Ternyata lagi, programnya tersimpan di file yang tersembunyi. Itu sebabnya saya tidak bisa menemukannya di control panel. Waktu dicoba untuk melenyapkannya, ternyata nggak bisa. Teman saya langsung mengambil inisiatif untuk menginstall antivirus ke computer saya (kebetulan dia punya yang premium) dan mencobanya dari situ. Ternyata berhasil, lega deh rasanya. Oh ya, ada yang mengejutkan, ternyata sewaktu di scan, ada sekitar 189 virus yang masuk. Ya ampun, nggak kebayang deh ….
Trus kami mencoba membuka situs Antivirus2009. Seperti situs antivirus lainnya, pasti ada tulisan “Download Free”, “Try for free”, “Buy”, “Premium” dan yang lainnya. Waktu di klik “Download for free” yang muncul malah “please contact our costumer service”, begitu juga waktu mengklik “Try for free” sama aja hasilnya. Yang beda adalah ketika kami mengklik “Buy”, oho langsung muncul deh form aplikasi yang meminta email, nomor telfon/hp dan juga nomor kartu kredit pada saat tiba di bagian system pembayaran. Udah jelas, ini emang antivirus palsu. Virus yang menyamar sebagai antivirus.
Saya nggak tau apa memang ada antivirus yang bermerk “Antivirus2009”, karena sampai detik ini saya hanya mempercayakan “Avira” dan “BitDefender” (bukan promosi lho). Sekalipun program Antivirus2009 itu memang benar ada dan ada beberapa pihak yang berusaha untuk memanfaatkannya untuk tujuan yang tidak baik, saya sarankan berhati-hati. Di salah satu virus yang teridentifikasi pada saat itu (yang saya ingat betul) adalah “fake alert” disertai kode-kode, yang berarti bahwa peringatan-peringatan yang masuk ke computer saya pada waktu itu juga palsu, sengaja menakut-nakuti agar kita langsung membeli antivirus ini. Saya nggak bisa bayangin seandainya saya membeli dan memasukkan nomor kartu kredit saya di form pembelian antivirus2009 sebagai bentuk pembayaran. Yang jelas antivirus nggak dapat, kartu kredit saya kebobolan. Ingat, bukan saya saja yang sudah menjadi korban, tapi juga pasangan suami istri di toko-nya Koko dan mungkin ada beberapa yang lainnya. Jadi saya sarankan , hati-hati. Terutama pada saat browsing.
