Bagaimana mungkin aku lupa dengan Leni? Dia yang klepto mania, suka mencuri duit di depan mata kita dan akhirnya menjadi hindaran para teman termasuk aku. Setelah hampir setahun menghilang, sore ini dia muncul lagi. Begitu dapat kabar bahwa dia sedang menungguku di bawah (aku berada di lantai 2), aku langsung tergesa-gesa menjumpainya. Bukan karena merasa girang dan rindu karena sudah tidak lama bertemu, aku justru khawatir bila dia sampai naik ke atas dan masuk ke ruanganku, menggerayangi ini itu dan mencuri duitku seperti yang dulu pernah dilakukannya! Itu makanya aku terbirit-birit menuruni tangga (tak lupa mengunci ruangan, siapa tau dia nyelinap naik pada saat aku ke toilet, seperti yang dulu juga pernah dilakukannya!) dan menjamunya di teras yang berhadapan dengan jalan raya berdebu, dihibur oleh klakson angkot yang diselingi teriakan para supir yang tidak sabar menunggu dalam antrian.
Tadinya aku mengira dia datang untuk maksud tertentu, dugaanku sih dia udah merencanakan sesuatu dalam otaknya, ternyata kali ini beda. Dia mengeluarkan sebuah kertas tegang bergambar sepasang kekasih di sampul depan dan menyerahkannya kepadaku.
“Oh, kau mau merid ya ????” pekikku setengah kaget. Dia tersenyum aja.
Lantas senyumku berubah menjadi prihatin, dalam hati aku bertanya, “Lelaki malang mana yang kelak akan bersanding dengannya?”
Semua orang tau penyakit klepto yang diderita Leni dan aku yakin betul calon suaminya tidak (atau belum) mengetahui ini.
Tapi… Lagi-lagi hatiku miris (tentu saja hal ini tidak kuperlihatkan dihadapan Leni). Sekalipun klepto, setidaknya kehidupannya sudah jelas, minggu depan namanya sudah bertambah: Nyonya “X” [Dulu kami menjulukinya “Si Ratu Klepto].
Untuk seorang pencuri seperti dia, menurutku dia beruntung dan diberkati sehingga bertemu dengan lelaki yang selama ini diimpikannya.
Padahal kalau mengingat tragisnya kisah cintanya dengan lelaki tukang tambal ban itu, siapa yang sangka kalau dia dalam beberapa hari ke depan akan menjadi istri seorang Direktur penerbangan maskapai Mandala? (itu yang dikatakannya samaku). Kenapa seorang pencuri diberkati seperti itu ya? Apa aku mesti jadi pencuri juga bila ingin mendapatkan jodoh yang sejati? Hahahah ….
LENY [Maling apa Klepto?]
Aku pernah membaca tentang “klepto” penyakit aneh yang membuat seseorang tergerak untuk mengambil sesuatu [tak perduli dengan nilai benda yang diambilnya asal hati puas aja]. Ini ngalah-ngalahin pecandu rokok menurutku, kalo belum berasap nih mulut, belum sah rasanya.
Tapi Leny beda, sebenarnya dia bukan kleptomania, tapi memang pencuri sejati. Seperti yang kukatakan tadi, seorang klepto, tidak perduli dengan nilai benda yang diambilnya asal hasratnya untuk mencuri terpenuhi, katanya sih penyakit yang berhubungan dengan kejiwaan. Sementara Leny beda. Untuk mengambil sesuatu, dia akan memilih targetnya. Kalau nggak tajir, nggak dideketin.
Korbannya lebih dari 9 orang [semuanya masih terbilang teman] termasuk AKU. Total nilai yang diambil/dicuri olehnya, ngga’ pernah kurang dari seratus ribu. Bayangkan, gimana menjeritnya teman-teman yang menjadi korban [termasuk aku] waktu kehilangan uang senilai itu. Malah sempat diantara kami saling menuduh dan mencurigai satu sama lain [yang jelas tidak ada yang menyangka kalau Leny-lah pelakunya] hingga suatu hari salah seorang teman memergokinya sedang membongkar tas teman yang lain.
Belakangan aksi gila Leny tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Setelah ketahuan klepto [sebenarnya itu bahasa halus yang ditujukan untuk penyakitnya yang satu ini. Sebenarnya teman-teman menyebutnya "Leny Maling"] kini dia tidaksegan-segan mencuri didepan mata kita. Akulah korban selanjutnya.
Siang itu [setahun yang lalu] aku dan dia sedang duduk di sebuah kafe. Aku meletakkan tasku di atas meja dan kedua tanganku tertangkup di atasnya. Tak berapa lama Leny yang sedari tadi duduk berhadapan denganku kini pindah bangku ke sampingku. Aku tidak merasa curiga. Tanganku masih tertangkup di atas tas dan masih berbicara dengannya. Dia mendengarkan dengan serius sambil tangannyapun mulai serius bergerak pelan ke arah kantong kecil yang terletak di bagian luar tas. Melihat itu aku kaget [tapi kagetnya dalam hati] dan jantung mulai berdebar kencang [antara menahan marah sekaligus takut, soalnya aku mengira dia sudah tidak waras! Baru kali ini aku melihat maling menggerayangi tasmu tepat di depan matamu sendiri].
Karena tingkahnya semakin menyebalkan dan tangannya juga semakin lancang menggeserkan posisi tanganku yang masih terletak di atas tas, akupun langsung menepiskannya. Soalnya pada saat itu aku melihat lirikan beberapa orang yang ada di ruangan itu ke arah kami. Dari tatapan curi-curi mereka aku bisa menangkap apa yang ada di benak mereka: kami dikira lesbi!
Sebab dari jarak jauh tangan Leny terkesan seolah sedang berusaha membelai punggung tanganku! Oh God!
Setelah menepiskan tangannya dan menghardiknya pelan, akupun langsung meninggalkan tempat itu. Sejak itu kami nggak pernah bertemu lagi….
Oh My God, aku masih ingat wajah-wajah di ruangan itu yang menatapku prihatin, mengira tengah terjadi pertengkaran yang bersifat pribadi diantara kami: pertengkaran antara dua lesbi!

Tulisan yang menarik. Terima kasih sudah berbagi informasi. Jika ingin tahu lebih banyak lagi tentang ide lucu cerdas seputar klepto, silakan baca artikel Ciuman Geledek di blog saya. Salam kenal, sobat.
Lex dePraxis
Romantic Renaissance
Thx udah kasi komen. Salam kenal juga… Aq dah baca sebagian isi dari blog km, menarik… menarik! Tunggu komen2 dr aq… hehe,,,,, Oya,blog km aq masukin ke daftar blogroll aq yah,,,, Makacih!